Friday, September 4, 2009

Bisnis on line menembus batas sosial?

Oleh: Mochamad Ismail
Buat orang kebanyakan seperti di Indonesia dan mungkin di belahan negara lain terutama negara-negara berkembang dimana jumlah orang miskin masih lebih banyak bahkan timpang dibandingkan dengan yang kaya mungkinkah bisnis on line dapat memasyarakat.

Untuk apa internet? Lha wong cari duit buat makan aja susah. Boro-boro buka internet, aktifin computer aja gak tahu. Kira-kira begitu respon spontan mereka ketika diceritakan tentang bisnis di internet. Apa saya salah orang ya, maksudnya salah sasaran mestinya bertanya ke orang yang tingkat ekonominya lebih tinggi, minimal pegawai kantoran yang sehari-harinya familiar dengan komputer, biarpun gaptek tulen minimal masih ada orang di kantornya untuk tempat bertanya.

Mungkinkah bisnis on line dapat menembus batas sosial. Peluangnya tidak hanya dimiliki oleh orang kantoran yang dapat menggunakan fasilitas internet di kantornya atau mereka yang memiliki komputer di rumah dan memiliki dana untuk bayar akses internet.

Mungkinkah?

Dilihat dari teori piramida Woslo [namanya saya agak lupa tapi seingat saya sih ini] tentang segmentasi market berdasarkan kebutuhan yaitu urutan dari bawah 1. Kebutuhan fisik 2. Rasa aman dan nyaman 3. Status sosial 4. Penghargaan diri dan 5. Aktualisasi diri.

Kalau posisi masyarakat kita di Indonesia kebanyakan masih pada posisi paling bawah yaitu fisik maksudnya masih berkutat dengan urusan makan. Mungkinkah mereka terpikir untuk surfing di internet, email, atau chating? Beruntunglah anda yang bisa ber-interneten mau di kantor kek, di warnet apalagi di rumah. Jangan sia-siakan kesempatan anda.

Adakah cara agar mereka yang tidak mampu diberikan kesempatan mengenal peluang bisnis di internet? Diberikan kesempatan untuk mencoba, berusaha dan membuktikan bahwa bisnis on line dapat merubah nasib mereka termasuk nasib saya yang sampai saat ini masih terus berkutat untuk mendapatkan penghasilan melalui internet baik untuk saat ini maupun jangka panjang.

Kalau kita perhatikan promosi suatu produk di internet, biasanya produk afiliasi selalu didahului dengan kalimat: Siapapun anda, apapun pendidikan anda, apapun latar belakang sosial anda. Anda memiliki hak yang sama untuk mendapatkan penghasilan lewat internet. Tanpa harus mempunyai website atau blog. Benarkah ini? Apa buktinya?

Semenjak awal mengenal adanya peluang di internet [kira-kira 3 bulan lalu awal maret 2008] hingga detik ini saya masih menganalisa bahwa bisnis on line ini memang benar dan bisa menjadi sandaran untuk mendapatkan penghasilan.

3 bulan saya bolak-balik warnet hampir setiap hari rata-rata 3 – 4 jam di warnet bahkan kadang kalau malam minggu saya pulang hampir subuh. Alhamdulillah, sekarang saya sudah yakin dan mantap untuk terus maju dan pantang menyerah. Saya sudah mulai serius membangun blog sebagai ruang utama berkomunikasi dan “make money on line” dan yang penting saya sudah memasang koneksi internet di rumah supaya tidak terlalu capek dan tekor ke warnet terus.

Ok, sekarang saya coba gambarkan bahwa dunia maya atau internet adalah sebuah kota yang dihuni oleh orang-orang dari seluruh dunia dengan beragam budaya dan bahasa. Kita bisa bertatap muka langsung dengan orang di amerika sana dengan webcam atau audio, surat-suratan langsung melalui email, atau ikut komunitas seperti friendster, my bloglog atau my space sebagai tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai negara untuk saling mengenal, dan berdialog.

Jadi internet adalah sebuah bola dunia. Penghuninya adalah orang dari seluruh dunia, dari benua Amerika hingga Afrika, dari arab hingga China, dan tentunya kita orang Indonesia. Semua bisa saling berkomunikasi dalam waktu persekian detik. Berbeda dengan dunia nyata, mau ke Amerika butuh waktu berapa lama, jangankan ke Amerika menemui teman satu RT saja tetap butuh waktu.

Kegiatan bisnis dan transaksi dilakukan lewat blog, website, email, atau chating. Sebuah blog dapat diibaratkan sebuah toko yang menjual beraneka produk. Pengunjung yang datang ke toko adalah “traffic” istilah pengunjung di dunia blogging. Transaksi terjadi bila pengunjung datang ke toko melihat-lihat barang, tertarik dan membeli. Kalau di internet pengunjung mengklik iklan, melihat produk, lalu memesan melalu order pemesanan, transaksi lewat transfer bisa lewat bank konvensional atau lewat banknya internet yaitu paypal atau egold yang dananya dapat ditransfer ke bank konvensional. Tentunya pemilik blog akan mendapat komisi dari pemilik barang.

Kira-kira sampai disini dulu ya udah kedengaran azan subuh tuh …. O ya seperti biasa kalau ada komentar atau saran, monggo…

2 comments:

H. Nizam said...

Mampir diblog anda yang menarik karena memuat tips cari uang secara online. Congrats!

Izmild Blog said...

Ma kasih ya udah mampir.
Salam sukses!

Mengembalikan jati diri bangsa

"Kini saatnya kita mengembalikan jati diri bangsa demi mewujudkan cita-cita luhur membangun negeri yang makmur dan sentosa. Ayo blogger Indonesia kita sukseskan kontes SEO mengembalikan jati diri bangsa!"